Pertemuan 14 : Geo Strategi Indonesia

  1. Pengertian  Geostrategi Politik

Strategi berasal dari bahasa Yunani strategos yang diartikan sebagai “the art of the generalship” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan.

a.  Pengertian Strategi ditinjau dari kepentingan militer

1)    Henri A. lomini (1779- J 869) : strategi adalah seni menyelenggarakan peperangan di atas peta meliputi seluruh kawasan perang.

2)    Karl von Clausewitz (1780-1831) : Pt_rang merupakan kelanjutan politik dengan cara (sarana) lain. Strategi adalah cara menggunakan pel1empuran untuk mencapai tujuan perang. Taktik adalah suatu cara menggunakan kekuatan/militer dalam pertempuran.

3)    Sir B.H. Liddle Hart (1921 – 1953) strategi adalah seni menggunakan kekuatan militer untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh kebijakan politik sedangkan politik mengendalikan strategi

 

Jadi secara umum strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan miIiter untuk memenangkan perang. Strategi adalah pemilihan alternatif terbaik dari alternatif terpilih untuk memenangkan  Dalarn abad ke XX berkembang, bahwa untuk memenangkan perang tidak semata-mata karena strategi militer.

 

b. Perkembangan Pengertian Strategi

1).  Andre de Beaufre: strategi menggunakan kekuatan sedemikian rupa sehingga kekuatan memberikan sumbangan yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang ditentukan oleh kebijabn bidang poitik.

2).  Henry E. Eceoles: strategi adalah mengerahkan berbagai kekuatan         secara komprehensif agm dapat memenuhi tujuan atau sasaran yang lebih luas termasuk penjatwallan melalui sasaran antara, agar tercapai sasaran utama.

3). Prof. H. Bintoro Tjokroamidjoyo, M.A.: strategi merupakan perhitungan mengenai rangkaian kebijaksamlan dan !angkah_ langkab pelaksanaan perlu diformulasikan secara mantik dengan pendekatan disiplin tertentu secara ilmiah

4). Gordon J. Pearson: strategi melaksanakan tugas untuk kemakmuran yang lama dan untuk meyakinkan bahwa sumber daya darat digunakan seefektif mungkin selama sepuluh hingga dua puluh tahun

5). John M. Comns: strntegj nasional, adalah

penggunaan kekuat.an militer dart non miIiter, kekuatan nasional untuk usaha perang, usaha keamanan dan lisaha damai, usaha kesejahteraan untuk mencapai tujuan nasional. Secara skematis Strategi Nasional dapat digambarkan sebagai berikutc. Teori Penerapan Strategi

Untuk menerapkan strategi dengan tepat, pedu pengkajian lebih lanjut, yang berupa pilihan atas beberapa hal yang saling berhadapan atau bertolak belakang, antara lain:

1) Tujuan yang terbatas >< Tujuan yang tidak terbatas

2) Pendekatan langsung >< Pendekatan tid,tk langsung

3) Operasi garis dalam >< Operasi garis luar

 

c.  Unsur Pokok Penyusunan Strategi

1) Tujuan atau sasaran

2) Situasi lingkungan strategik

3) Tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan (TAHG) yang harus diantisipasi

4) Ketahanan nasional sebagai kondisi.

 

Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi lingkungan didalam upaya mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional.

Geostrategi Indonesia adalah merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untukmenetukan kebijakan,tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masadepan yang lebih baik, aman dan sejahtera.Oleh karena itu geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang tetapi untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan.

Dalam abad modern sekarang ini penggunaan strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni seorang panglima perang dalam peperangan, tetapi sudah digunakan sec:ara luas, temasuk dalam ekonomi, teknik, sosial, politik; maupun dalam bidang olahraga. Dalam. pengertian umum, strategi adalah cara mendapatkan kemenangan atau pencapaian tujuan.

Dengan demikian, strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer, tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Strategi pada dasamya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatari (ideologi, poIitik, ekonomi, sosial-budaya dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

 

d.    Politik Nasional dan Strategi Nasional (polstranas)

Politik Nasional diartikan sebagai kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai cita-cita nasional dan tujuan nasiouaI. Jadi politik nasionaI adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemetiharaan dan pengendalian) sena penggunaan kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional

Strategi nasional di susun untuk pelaksanaan politik nasional, misalnya strategi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jadj strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional

Geostrategi merupakan masalah penting bagi setiap bangsa baik  pada masa lampau,kini, manapun mendatang. Geostrategi menjadi sangat penting karena setiap bangsa yang telah menegara membutuhkan strategi dalam memanfaatkan wilayah negara sebgai ruang hidup nasional untuk menentukan kebijakan,sarana dan sasaran perwujudan kepentingan dan tujuan nasional melalui pembangunan sehingga bangsa itu tetap eksis dalam arti ideologis,politis, ekonomis,sosial budaya dan Hankam.

Pembukaan UUD 1945 memberikan amanat kepada para penyelenggara negara agar dalam hidup berbangsa dan negara dalam lingkup nasional diarahkan untuk mewujudkan upaya melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia,memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Geostrataegi Indonesia pada dasarnyanya adalah strategi nasional bangsa Indonesia dalam memanfaatkan wilayah negara republik Indonesia sebagai ruang hidup nasional guna merancang arahan tentang kebijakan,sarana dan sasaran pembangunan untuk mencapai kepentingan dan tujuan nasional tersebut diatas.

Geostrataegi Indonesia dirumuskan dalam wujud Konsepsi ”Ketahanan Nasional”.

  • Pengertian Geostrategi

Geostartegi merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara untuk menentukan kebijakan, tujuan,sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional, geostrategi dapat pula dikatakan sebagai pemanfaatan kondisi lingkungan dalam upaya mewujudkan tujuan politik.

  • Pengertian  Geostrategi Indonesia

Merupakan strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untukmenetukan kebijakan,tujuan dan sarana-sarana untuk mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan guna mewujudkan masadepan yang lebih baik, aman dan sejahtera.Oleh karena itu geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang tetapi untuk kepentingan kesejahteraan dan keamanan.

 

e.  Perkembangan Konsep Geostrategi Indonesia

Pada awalnya pengembangan awal geostrategi Indonesia digagas Sekolah Staf dan komando Angkatan Darat (SSKAD) Bandung tahun 1962. Isi konsep geostrategi Indonesia yang terumus adalah pentingnya pengkajian terhadap perkembangan lingkungan strategi di kawasan Indonesia yang ditandai dengan meluasnya pengaruh Komunis. Geostrategi Indonesia pada waktu itu dimaknai sebagai strategi untuk mengembangkan dan membangun kemampuan teritorial dan kemampuan gerilya untuk menghadapi ancaman komunis di Indocina.

Pada tahun 1965 an lembaga ketahanan nasional mengembangkan konsep geostrategi Indonesia yang lebih maju dengan rumusan sebagai berikut: bahwa geostrategi Indonesia harus berupa sebuah konsep strategi untuk mengembangkan keuletan dan daya tahan, pengembangan kekuatan nsional untuk menghadapi dan menangkal ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik bersifat internal maupun eksternal. Dalam gagasan agak lebih progresif tapi tetap terlihat konsep geostrategi Indonesia baru sekedar membangun kemampuan nasional sebagai faktor kekuatan penangkal bahaya.

Sejak tahun 1972 Lembaga Ketahanan Nasional terus melakukan pengkajian tentang geostrategi Indonesia yang lebih sesuai dengan konstelasi Indonesia. Pada era itu konsepsi geostrategi Indonesia dibatasi sebagai metode untuk mengembangkan potensi ketahanan nasional dengan pendekatan keamanan dan kesejahteraan guna menajga identitas kelangsungan serta integritas nasional sehingga dan tujuan nasional dapat tercapai.

Terhitung mulai tahun 1974 geostrategi Indonesia ditegaskan wujudnya dalam bentuk rumusan ketahanan nasional sebagai kondisi, metode, dan doktrin dalam pemmbangunan nasional. Pengembangan konsep geostrategi Indonesia bahkan juga dikembangkan oleh negara-negara yang lain, bertujuan untuk:

  • Menyusun dan mengembangkan potensi kekuatan nasional baik yang berbasis pada aspek ideologi, politik, sosial budaya dan hankam mupun aspek-aspek alamiah, bagi upaya kelestarian dan eksistensi hidup negara dan bangsa untuk mewujudkan cita-cita proklamsi dan tujuan nasional.
  • Menunjang tugas pokok pemerintahan Indonesia dalam:
  1. Menegakkan hukum dan ketertiban (Law and Order)
  2. Terwujudnya kesejahteraan dan kemakmuran (Welfare and Prosperity)
  3. Terselenggaranya pertahanan dan keamanan (Defense and Prosperity)
  4. Terwujudnya keadilan hukum dan keadilan sosial (Yuridical Justice and Social Justice)
  5. Tersedianya kesempatn rakyat untuk mengaktualisasikan diri (Freedom of the People)

Geostrategi Indonesia sebagai pelaksanaan geopolitik Indonesia memiliki dua sifat pokok:

  • Bersifat daya tangkal. Dalam kedudukannya sebagai konsepsi penangkalan geostrategi Indonesia ditujukan untuk menangkal segala bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan terhadap identitas, integritas, eksistensi bangsa dan negara Indoesia.
  • Bersifat developmental/pengembangan yaitu pengembangan potensi kekuatan bangsa dalam ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, hankam sehingga tercapai kesejaheraan rakyat.

 

Ketahanan Nasional.

 Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.

Ketahanan Nasional mengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional,baik fisik maupun sosial serta memiliki hubungan erat antara aspek didalamnya secara komprehensif integral.

Konsep ketahanan nasional merupakan konsep yang lebih luas cakupannnya, Jika keamanan komprehensif semata-mata digunakan untuk menghadapi satu benturan fisik dengan luar negeri, maka Ketahanan Nasional di samping digunakan untuk menghadapai agresi dari luar, juga dimaksudkan untuk mengatasi seluruh tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan yang dialami satu bangsa dalam memperjuangkan kepentingan nasional dan kelangsungan hidupnya (Sayidiman. 1997:13). Membangun ketahanan nasional bukan semata-mata membangun kekuatan fisik, melainkan juga kekuatan moral dan spiritual, keamanan dan kesejahteraan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, moralitas dan kewibawaan sebagai hasil mawas ke dalam merupakan inti konsep ketahanan nasional, membentuk ketahanan nasional dapat disamakan dengan seorang yang belajar bela diri, ia tidak mempunyai musuh dalam pikirannya dan hanya membentuk kesiapan kalau-kalau ada yang mengganggunya, maka oleh sebab itu konsep ketahanan nasional dapat dibentuk oleh negara kaya  maupun negara miskin.

  1. 1.      Asas dan Sifat Ketahanan Nasional Indonesia

Asas-Asas Ketahanan Nasional Indonesia

1. Kesejahteraan dan keamanan
2. Komprehensif  Integral (Menyeluruh Terpadu)
3. Mawas kedalam dan keluar
4. Kekeluargaan

 

Sifat-Sifat Ketahanan Nasional

Adapun sifat-sifat Ketahanan Nasional adalah sebagai berikut :

1)      Manunggal

2)      Antara Trigatra dan Panca Gatra harus bersatu (integratif). Sifat integratif ini tidak dapat diartikan mencampuradukkan, tetapi integrasi dilaksanakan secara serasi dan selaras.

3)      Mawas KeDalam

4)      Ketahanan Nasional diarahkan kepada diri bangsa dan negara itu sendiri, karena bertujuan mewujudkan hakikat dan sifat nasionalnya sendiri.

5)      Kewibawaan

6)      Ketahanan Nasional sebagai hasil pandangan yang bersifat “Manunggal” tersebut mewujudkan kewibawaan nasional yang harus diperhitungkan oleh pihak lain dan mempunyai daya pencegah (deterent). Makin tinggi tingkat kewibawaan, makin besar daya pencegahnya.

7)      Berubah Menurut Waktu

8)      Ketahanan Nasional suatu bangsa tidaklah tetap adanya. Ia dapat meningkat atau menurun dan bergantung pada situasi dan kondisi bangsa itu sendiri.

9)      Tidak membenarkan sikap adu kekuasaan dan adu kekuatan

10)  Kalau konsep adu kekuasaan dan adu kekuatan bertumpu pada kekatan fisik, maka ketahanan nasional tidak mengutamakan kekuatan fisik saja, tetapi memanfaatkan daya dan kekuatan lain, seperti kekuatan moral suatu bangsa.

11)  Percaya pada diri sendiri

12)  Ketahanan Nasional dikembangkan dan ditingkatkan berdasar sikap mental percaya pada diri sendiri.

13)  Tidak tergantung pada pihak lain

Kebanyakan negara berkembang merupakan bekas daerah jajahan yang masih dipengaruhi mental kolonial dan rasa ketergantungan kepada bekas penjajahnya. Sikap mental demikian harus dikikis habis dan sebagai gantinya ditumbuhkan sikap mental yang berkepercayaan pada diri sendiri yang patriotik dan nasionalistik tanpa menjerumuskan diri ke dalam fanatisme dan chauvinisme (nasionalisme yang sempit).

Konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan serta keamanan yang seimbang, serasi, dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan terpadu berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 serta Wawasan Nusantara, dengan kata lain konsepsi ketahanan nasional merupakan pedoman untuk meningkatkan keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan. Kesejahteraan dapat di gambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata, jasmaniah dan rohaniah. Sedangkan keamanan adalah kemampuan bangsa melindungi nilai-nilai nasional terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.

 

 2.    Aspek Astra Gatra

Pengertian konsepsi ketahanan nasional, seluruh aspek kehidupan nasional diperinci dengan sistematika astagatra (delapan aspek), terdiri dari trigatra (tiga aspek alamiah),dan pancagatra(lima aspek sosial).

 

Aspek Tri Gatra

Trigatra (aspek alamiah) adalah aspek aspek suatu negara yang sudah melekat pada negara itu. Oleh karena itu, unsur-unsurnya tidak sama dalam tiap negara. Trigatra meliputi :

Aspek Geografi

Geografi suatu negara adalah segala sesuatu pada permukaan yang dapat dibedakan antara hasil proses alam dan hasil ulah manusia, dan memberikan gambaran tentang karakteristik wilayah kedalam maupun keluar. Menurut letak geografinya, bentuk negara dapat dibagi dalam negara yang berada di daratan, lautan, atau keduanya. Ada negara yang mempunyai ciri khusus berkenaan dengan letaknya yaitu :

  1. Negara dikelilingi daratan. Lingkungan negara ini bersifat serba daratan atau serba benua.
  2. Negara dikelilingi lautan, dapat di bedakan dalam :
  3. Negara Kepulauan (archipelagiis state) adalah suatu negara yang bersifat kepulauan atau archipelago.
  4. Negara Pulau (island state) berbeda dengan negara kepulauan, pada negara pulau unsur darat lebih besar dari pada unsur laut.
  5. Negara mempunyai bagian wilayah yang bersifat kepulauan. Negaranya sendiri bersifat negara daratan, tetapi mempunyai suatu bagian wilayah yang bersifat kepulauan . Ini tidak dapat disamakan dengan Negara kepulauan.
  6. “Circume Marine” state adalah Negara yang komponennya hanya dapat dicapai melalui transportasi laut sehingga di dalamnya terdapat laut mediterania.

Geografi mempunyai unsur-unsur sebagai berikut :

1)      Letak wilayah suatu negara ditentukan dari segi astronomis dengan garis lintang dan garis bujur.

2)      Luas wilayah suatu negara ialah luas daratan yang dapat meliputi luas daratan, lautan, landasan kontinen, dan ZEE ( Zona Eksklusif Ekonomi ).

3)      Iklim suatu negara dipengaruhi oleh letak astronominya, sehingga ada negara yang beriklim tropis, subtropis dan dingin.

4)      Bentangan alam adalah wujud permukaan bumi.

5)      Perbatasan wilayah negara ditentukan oleh proses sejarah, ketentuan politik, hukum sosial, dan ketentuan hukum nasional, antara lain perjanjian perbatasan dan keputusan pengadilan atau mahkamah internasional.

 

 Aspek Kekayaan Alam

Kekayaan alam suatu negara adalah segala sumber dan potensi alam dalam lingkungan ruang angkasa, atmosfer, permukaan bumi ( daratan dan lautan ) dan bumi yang berada di wilayah kekuasaan / yuridiksinya.

Menurut jenisnya, kekayaan alam dibedakan dalam delapan golongan berikut :

1)      Hewani (Fauna)

2)      Nabati (Flora)

3)      Mineral (minyak bumi, uranium, bijih besi, batubara, dan lain-lain)

4)      Tanah (tempat tinggal, tempat bercocok tanam, tempat berpijak)

5)      Udara (sinar matahari, oksigen, karbondioksida, dan lainnya)

6)      Potensi ruang angkasa.

7)      Energi (gas alam, panas alam, air artetis, geothermis)

8)      Air dan lautan.

 

Menurut sifatnya kekayaan alam dapat digolongkan menjadi tiga golongan yaitu :

1)      Kekayaan yang dapat diperbaharui.

2)      Kekayaan yang tidak dapat diperbaharui.

3)      Kekayaan tetap.

Dengan pemanfaatan kekayaan alam akan mewajibkan setiap bangsa untuk :

a)            Menyusun kebijaksanaan dan pengaturan tentang pengamanan penggunaan kekayaan alam seefisien mungkin agar memberikan manfaat optimal dan lestari bagi nusa dan bangsa.

b)            Menyusun pola pengelolaan kekayaan alam dengan pendekatan kesejahteraan dan keamanan.

c)            Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

d)            Membina kesadaran nasional untuk pemanfaatan kekayaan alam.

e)            Mengadakan program pembangunan serasi.

f)             Mengadakan pembentukan modal cukup.

g)            Menciptakan daya beli, konsumsi cukup, baik di dalam maupun luar negeri.

 

Aspek Kependudukan

Penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah. Adapun faktor penduduk yang mempengaruhi ketahanan Nasional adalah sebagai berikut :

Faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk

Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran, pendatang baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. Segi positif dari pertambahan penduduk ialah pertambahan angkatan kerja (man power) dan pertambahan tenaga kerja (labour force). Dan dari segi negatifnya ialah apabila pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dan tidak diikuti dengan usaha peningkatan kualitas penduduk.

 

Faktor yang mempengaruhi komposisi penduduk

Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama,     suku bangsa, tingkat pendidikan, dan sebagainya. Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan migrasi. Fertilitas sangat berpengaruh besar terhadap umur dan jenis penduduk golongan muda yang dapat menimbulkan persoalan penyediaan fasilitas pendidikan, perluasan lapangan kerja, dan sebagainya.

 

Faktor yang mempengaruhi distribusi penduduk

Distribusi penduduk yang ideal adalah distribusi yang dapat memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu penyebaran merata. Oleh karena itu diperlukan kebijakan pemerintah yang mengatur penyebaran penduduk, misalnya dengan cara transmigrasi, pusat-pusat pengembangan (growth centers), pusat-pusat industri, dan sebagainya

 

Pada  hakikatnya Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. Ketahanan nasional ini tergantung pada kemampuan bangsa dan seluruh warga negara dalam membina aspek alamiah serta aspek sosial,sebagai landasan penyelenggaraan kehidupan nasional di segala bidang. Ketahanan Nasional mengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat dalam wilayah nasional,baik fisik maupun sosial serta memiliki hubungan erat antara gatra didalamnya secara komprehensif integral. Kelemahan salahsatu bidang akan mengakibatkan kelemahan bidang yang lain,yang dapat mempengaruhi kondisi keseluruhan.

Model Asta Gatra

Model ini merupakan perangkat hubungan bidang-bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi ini dengan memanfaatkan segala kekayaan alam yang dapat dicapai dengan menggunakan kemampuannya. Model yang dikembangkan oleh Lemhanas ini menyimpulkan adanya 8 unsur aspek kehidupan nasional yaitu:

  1. Aspek Tri gatra kehidupan alamiah:
  • Gatra letak dan kedudukan geografi
  • Gatra keadaan dan kekayaan alam
  • Gatra keadaan dan kemampuan penduduk

 

  1. Aspek Panca gatra kehidupan sosial:
  • Gatra ideologi
  • Gatra politik
  • Gatra Ekonomi
  • Gatra Sosial budaya
  • Gatra Pertahanan keamanan

 

  1. 3.      Indonesia Menghadapi Globalisasi Ekonomi

Globalisasi ekonomi adalah prosess Liberalisasi ekonomi dalam skala mondial (berkaitan dengan seluruh dunia) sehingga menyebabkan barang dan jasa bebas masuk dan keluar antar negara tanpa rintangan , baik yang bersifat tarif maupun non tarif.

Persetujuan dan kesepakatan liberalisasi perdagangan dalam bidang barang dan jasa termuat dalam persetujuan World Trade Organization (WTO), General Agreement on Trade and Tariffs (GATT) dan kesepakatan APEC.

 Menghadapi Globalisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

                 Globalisasi IPTEK adalah proses liberalisasi  IPTEK dalam skala mondial (berkaitan dengan seluruh dunia),sehingga menyebabkan arus IPTEK bebas masuk dan keluar antar negara tanpa rintangan.

 Menghadapi Globalisasi Budaya.

                 Budaya dan pendidikan bagaikan dua sisi mata uang, membicarakan pendidikan tidak terlepas dari budaya ,demikian pula sebaliknya, oleh karena itu unsur moralitas, etika dan estetika yang melekat  dalam pendidikan melekat pula dalam budaya.

Globalisasi Budaya adalah proses liberalisasi budaya dalam skala mondial , sehingga menyebabkan arus budaya bebas masuk dan keluar antar negara tanpa rintangan.

 

Ancaman, Tantangan Hambatan dan Gangguan (ATHG) Globalisasi

 Menurut Sunardi, 1997:2 .dalam buku Ketahanan Nasional, mendefinisikan Ancaman ,Tantangan, Hambatan dan Gangguan adalah sebagai berikut :

1).    Ancaman : usaha yang dilaksanakan seeara konseptual melalui tindakan politik dan atau kejahatan yang diperkirakan dapat membahayakan tatanan serta kepentingan negara dan bangsa, sesuatu yang diancamkan, perbuatan mengancam.                                                                            .

2)   Tantangan: ajakan berperang, hal atau obyek yang menggugah tekad untuk meningkatkan kemamapuan mengawasi masalah, rangsangan untuk bekerja lehih baik,

3)        Hambatan: usaha merintangi / menghalangi proses pencapai / tujuan.

4)       Gangguan ialah halangan/rintangan/godaan, segala sesuatu yang menyusahkan,

             hal yang menyebabkan ketidakwarasan/ ketidak normalan, hal yang menyebabkan ketidaklancaran.

 

Nasionalisme dan Internasionalisme

Globalisasi dapat membuat semangat nasionalisme menurun ,sebab setiap

orang berusaha memaksimalkan kepuasannya dan dapat hidup dinegara

mana saja berdasarkan kopetensi dan komitmennya.

 

Budaya Barat dan Budaya Indonesia

Perkembangan Globalisasi juga telah mempengaruhi budaya Indonesia,

dimana sikap individualitis telah masuk ,sehingga mengurangi semangat

gotong royong,musyawarah mufakat dan toleransi

 

Industri dan Pertanian

Globalisasi telah mempengaruhi perekonomian di Indonesia, negara-negara

barat telah merelokasikan industrinya kenegara berkembang, termasuk

Indonesia,untuk industri elektronika dan tekstil ,sehingga arus globalisasi

telah menubah secara bertahap wajah Indonesia dari pertanian ke industri .

 

Lingkungan Hidup

Masalah lingkungan yang kita hadapi pada hakekatnya adalah masalah ekologi manusia . Masalah itu timbul karena perubahan lingkungan yang menyebabkan lingkungan itu tidak sesuai lagi untuk mendukung kehidupan manusia . Akibat nya ialah terganggunya kesejahteraan manusia . Untuk mengatasi masalah ini, pada tahun 1972 diadakan konfrensi PBB tentang lingkungan hidup di Stokholm. Dengan adanya konfrensi ini masalah lingkungan menjadi masalah Internasional . Namun , konfrensi Stokholm tidak mampu mencegah kerusakan lingkungan hidup sehingga setelah konfrensi. itu masalah lingkungan tidak berkurang , malahan menjadi makin parah.

Kini, masalah lingkungan hidup terutama pemanasan global,Pemanasan global adalah

adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfir ,laut dan daratan bumi . Suhu rata-rata

global pada permukaan bumi telah meningkat  0,74 -kepunahan

jenis, dan lubang ozon menjadi masalah global karena meliputi seluruh bumi . Tak ada satu bangsa yang luput dari masalah itu . Masalah linglkungan seiring terkait dengan ekonomi global sehingga merupakan masalah yang rumit . Karena kerumitan itu dan sifat globalnya , penanganan masalah lingkungan memerlukan solidaritas dan kerja sama antar bangsa.

Masalah lingkungan yang kini kita hadapi adalah masalah yang dipandang dari dari sudut kepentingan manusia, pada hakekatnya adalah masalah ekologi , khususnya ekologi manusia. Masalah itu timbul karena adanya perubahan lingkungan sehingga lingkungan tidak sesuai lagi  untuk mendukung kehidupan  dan kesejahteraan manusia.. Dengan makin besarnya jumlah manusia yang disertai dengan kebutuhan yang makin meningkat dan makin meningkat pula kemampuan manusia untuk melakukan intervensi terhadap alam, baik alam abiotik maupun alam biotik, perubahan yang terjadi pada lingkungan makin besar pula. Perubahan yang makin besar itu , misalnya pada arus energi dan daur materi , telah mengganggu proses alam sehingga proses ekologi alam terganggu pula. Dampak dari gangguan ekologi alam terhadap kesejahteraan manusia makin terasa pula, baik secara nyata maupun potensial. Pencemaran Udara merupakan hal yang perlu dicermati dalam mengkaji masalah lingkungan hidup, karena masalah ini menyebabkan masalah yang potensial , yaitu pemanasan global dan lubang ozon, pemanasan global akan menyebabkan berubahnya iklim dunia dan naiknya permukaan laut yang tentunya akan mengancam tenggelamnya beberapa daratan didunia. Lubang ozon akan mengakibatkan menurunnya kadar ozon dilapisan statosfir, selanjutnya juga menyebabkan bertambahnya sinar ultraviolet dari matahari yang sampai ke bumi, dampaknya adalah kerusakan sumber daya alam, hewan, tumbuhan dan manusia bahkan akan terjadi pengurasan sumber daya alam dan kepunahan hewan maupun tumbuhan, oleh karena itu pada era yang akan datang agar pembangunan dapat berlanjut perlu diperhatikan tiga syarat, yaitu ekonomi, sosial budaya dan ekologi  , Pertama (1),persyaratan ekonomi yaitu, apabila suatu proyek pembangunan tidak mempunyai persyaratan ekonomi ia akan bangkrut atau harus diberi subsidi secara terus menerus, oleh karenanya proyek pembangunan harus di dahului oleh sebuah studi kelayakan. Kedua (2), Pentingnya syarat sosial budaya, terhentinya proyek bantuan luar negri karena menurunnya kepercayaan luar negeri terhadap  penggunaan bantuan, pemeliharaan dan penggunaan fasilitas yang telah dibangun. Ketiga (3),Persyaratan ekologi adalah, adalah suatu cara untuk menghindari masalah ekologi adalah mengadakan analisa dampak lingkungan jauh hari sebelum kegiatan proyek pembangunan sehingga dapat di antisipasi dampak ekologi dari pembangunan tersebut.

 

Indonesia dan Perdamaian Dunia

Dalam dunia modern era globalisasi hubungan antar bangsa sudah tersebar ke seluruh pelosok dunia, tidak ada suatu bangsa yang dapat membebaskan diri dari keterlibatan dengan bangsa dan negara lain. Karena semua bangsa merupakan warga dunia. Hubungan internasional terdapat dalam berbagai bentuk, yaitu:

  • Hubungan invidual, misalnya turis, mahasiswa, pegagang dll.
  • Hubungan antar kelompok, misalnya lembaga-lembaga social, keagaan, perdagangan dll.
  • Hubungan antar negara, yaitu segala macam  hubungan internasional yang dilaksanakan oleh aparatur negara atas nama negaranya masing-masing.

Hubungan yang beranekaragam antar pribadi, kelompok dan negara itu  menciptakan hubungan yang menyerap seluruh kegiatn manusia diseluruh dunia, sehingga terciptalah masyarakat internasional. Hubungan internasional dilaksanakan dengan prinsip persamaan derajat, yang didasari pada kemauan bebas dan persetujuan dari beberapa atau semua negara.

Setiap bangsa atau negara yang merdeka dan berdaulat melaksanakan politik  luar negeri daam pergaulan dengan berbagai bangsa dan negara lain. Politik luar negeri suatu negara pada pokoknya mengandung dua unsur, yaitu:

  • Unsur tujuan nasional yang disertai strategi dan taktik pencapaiannya.
  • Unsur tujuan internasional yang berkaitan erat dengan kepentingan nasional bangsa-bangsa yang bersangkutan.

Bagi Indonesia kedua unsur tersebut terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 sebagai landasan ideal normatif. Kebijakan politik luar negeri menyangkut perumusan sikap, arah tindakan dan tujuan yang hendak dicapai suatu negara dalam pergaulan internasional. Kebijakan politik luar negeri tidak sekedar penerapan keluar yang berdiri sendiri, melainkan terkait pada kebijakan nasional yang dirumuskan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi menyeluruh di dalam negeri. Oleh sebab itu seringkali dikatakan bahwa kebijakan politik luar negeri suatu negara adalah pantulan atau perpanjangan dari kondisi nyata di dalam negeri bangsa yang bersangkutan.

Kebijakan politik luar negeri berkaitan dengan tiga unsur yang saling berhubungan, yaitu:

  • Kepentingan nasional, sebagai ukurannya adalah keselamatan dan keamanan nasional serta peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan bangsa.
  • Kemampuan nasional,  yaitu persepsi bangsa yang bersangkutan tentang kemampuannya sendiri yang berupa sumber daya, baik manusia atau alam serta posisi geografi yang melekat pada bangsa yang bersangkutan.
  • Dinamika dan kondisi internasional. Dinamika internasional tidak senantiasa menampilkan situasi yang sesuai dengan keinginan suatu negara, begitu juga situasi internasional tidak bersifat tetap (statis) melainkan mengalami perubahan dan perkembangan, sehingga suatu negara harus menyesuaikan diri dengan perkembangan kondisi dan situasi internasional itu sepanjang tidak bertentangan dengan konstitusi negara yang bersangkutan.

 

Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai Berdasarkan Persamaan Derajat

 

Konsepsi perdamaian sebagai suatu hak asasi manusia jelas akan membantu meningkatkan kesadaran umum bahwa setiap orang mempunyai peran dalam memeliahar perdamaian, memperluas dukungan umum terhadap kebijaksanaan perlucutan senjata. Perdamaian merupakan nilai tertinggi bagi umat manusia dan satu-satunya yang diagung-agungkan oleh hukum internasional.  Dengan demikian menjabarkan gagasan hak asasi manusia atas perdaiamain dapat diberi perioritas yang tinggi.

Larangan umum terhadap penggunaan kekuatan  bersenjata dimaksudkan sebagai tonggak bagi kebijakan pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional. Deklerasi dan berbagai kaidah hukum internasional mengenai hubungan dan kerja sama persahabatan antar bangsa dalam kaitannya dengan resolusi Sidang Umum PBB tanggal 24 Oktober 1970, di antara isinya menyatakan bahwa “ setiap perang agresi merupakan kejahatan terhadap perdaiamain dan bahwa suatu ancaman atau penggunaan kekuatan merupakan pelanggran terhadap hukum internasional.

Usaha untuk menciptakan perdamaian dunia telah banyak menjadi pemikiran para ahli politik dan kenegaraan sejak zaman dahulu, seiring dengan sejarah umat mansia yang dalam bentuk suatu negara menundukkan negara lain, negara yang besar menguasai negara yang kecil, negara yang maju menjajah negara yang belum maju. Keinginan damai sebagai akibat dari kerugian umat  manusia yang telah melakukan peperangan untuk merebut suatu kekuasaan dan kekayaan, namun pada hakekatnya negara yang kuat dan menang dalam suatu peperangan tidaklah kekal. Suatu saat dia akan menerima akibatnya berupa kekalahan, seperti Jerman dan Jepang yang memiliki kekuasaan yang sangat besar setelah Perang Dunia I, kemudian kekalahan telah pada Perang Dunia II. Pada akhirnya dua negara itu tentu akan menyadari tidak ada gunanya menindas hak-hak bangsa lain yang berakibat runtuhnya martabat manusia. Dalam waktu yang tidak begitu lama kedua negara (Jerman dan Jepang) itu dapat bangkit sebagai suatu bangsa yang terhormat dan besar karena telah meninggalkan cara-cara yang dapat menimbulkanm perang atau sengketa antar negara.

Setiap negara di dunia baik negara maju atau negara berkembang menginginkan adanya suatu dunia yang tertib dan damai. Tidak ada suatu negara pun di dunia yang menginginkan perpecahan. Namun demikian kenapa terjadi peperangan dan kersengketaan antara negara yang satu dengan negara yang lain? Hal ini disebabkan karena setiap negara memiliki kepentingan, keinginan serta kemauan yang berbeda-beda, yang dilandasi oleh suatu sistem atau cara memperjuangkan kepentingan tersebut dengan cara yang berbeda-beda pula, sehingga tidak jarang menimbulkan konflik kepentingan antar negara.

Suatu tindakan yang dilakukan oleh sebuah negara yang dianggapnya tidak akan mempengaruhi ketertiban dunia, bahkan dinyatakan sebagai tujuan damai, tetapi oleh negara lain dianggap sebagai suatu gerakan yang menjurus kepada bahaya terhadap ketertiban dunia. Contohnya Agresi Amerika Serikat kepada Irak yang berakibat kehancuran martabat umat manusia di awal abad ke 21 ini.

 

Penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional sudah di larang dan oleh sebab itu sengketa-sengketa internasional harus diselesaikan secara damai. Majelis Umum PBB telah menerima deklerasi untuk meminta semua negara menyelesaikan sengketa mereka dengan cara damai agar perdamaian, keamanan internasional dan keadilan tidak sampai terganggu. . Pasal 2 ayat (4) Piagam PBB melarang negara anggota menggunakan kekerasan dalam hubungannya satu sama lain.

Berdasarkan Deklerasi Manila 1982 mengenai penyelesaian sengketa internasional secara damai, menyatakan sebagai berikut:

  • Prinsip bahwa negara tidak akan menggunakan kekerasan yang bersifat mengancam integritas territorial atau kebebasan politik suatu negara, atau menggunakan cara-cara lainnya yang tidak sesuai dengan tujuan PBB.
  • Prinsip non-intervensi dalam urusan dalam negeri dan luar negeri suatu negara.
  • Prinsip persamaan hak dan menentukan nasib sendiri bagi setiap bangsa.
  • Prinsip persamaan kedaulatan negara.
  • Prinsip hukum internasional mengenai kemerdekaan, kedaulatan dan integritas territorial suatu negara.
  • Prinsip itikad baik dalam hubungan internasional.
  • Prinsip keadilan dan hukum internasional.

 

Masalah Internasional

Setelah tamatnya perang dingin, hubungan antara negara belum memberikan jaminan ke arah perdamaian dunia. Walaupun telah terjadi saling rujuk antara negara-negara besar. Dunia masih jauh dari suasana damai dan aman. Selama perdamaian dunia masih terancam, kemerdekaan bangsa-bangsa terkekang, aspirasi rakyat terhambat dan ketidakadilan ekonomi terus berlanjut. Ketenangan dunia akan tetap terganggu. Negara-negara berkembang dihadapkan pada tantangan-tantangan bersejarah yang diakibatkan oleh kenyataan-kenyataan baru dalam bidang politik dan ekonomi.

 

1. Dalam Bidang Politik

Salah satu akibat sampingan yang sungguh memperihatinkan dari saling pendekatan antara-antara negara-negara besar adalah gejala disintegrasi dan pecahnya negara-negara di berbagai bagian dunia. Pecahnya perang saudara yang disulut oleh pertentangan etnis dan agama sedang melanda negara-negara, khsusnya negara dunia ketiga.

Suatu yang sangat memperihatinkan ialah kita menyaksikan rangkaian peristiwa yang menimpa negara-negara dunia ketiga bekas Republik Federasi Sosialis Yugoslavia. Sebelum di landa krisis, negara itu senantiasa memainkan peranan yang dinamis dalam percaturan politik internasional. Kini, negara itu telah pecah  dengan berdirinya negara-negara baru yang merdeka secara terpisah, bahkan beberapa warga/pemimpinnya telah dianggap melakukan kejahatan kemanusiaan. Di Somalia, tragedi kemanusiaan  telah menimpa ditengah-tengah berkobarnya perang saudara. Sekalipun PBB telah turun tangan,  suatu hal yang menjadi pertanyaan bagaimana usaha melalui perundingan yang mengarah pada rujuk dan rekonstruksi nasional.

Tragedi kemanusia yang paling dahsyat telah menimpa rakyat Irak di awal abad ini akibat Agresi Amerika Serikat terhadap negara tersebut. Berjuta-juta manusia yang tidak berdosa telah kehilangan nyawa.  Agresi Amerika Serikat dengan sekutunya yang tidak direstui oleh PBB itu  telah mendudukan dunia kepada posisi yang tidak seimbang dan sederajat dalam  stratifikasi negara atas negara yang kuat dan besar berhadapan dengan negara kecil dan lemah. Inilah suatu tantangan perdamaian dunia bahwa dalam kenyataan negara-negara itu tidak dalam posisi persamaan derajat. Amerika Serikat dengan leluasa mencampuri kedaulatan negara-negara yang tidak sejalan dengannya, sebagaimana juga terjadi di Afganistan dan belahan dunia lainnya. Dengan dalih memerangi teoris kedaulatan  suatu negara menjadi  tidak ada harganya.

Di Timur Tengah, perjuangan rakyat Palestina yang sudah menjadi isu kemanusiaan dan keadilan sejagat juga belum menunjukkan jaminan perdamaian dunia di kawasan Timur Tengah. Walaupun Palestina telah mendap otonomi, isu Baitulmaqdis masih menjadi kunci kestablian di kawasan ini. Kematian Presiden Yasir Arafat pada akhir tahun 2004 semakin menunjukkan belum ada tanda-tanda perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Runtuhnya bipolar di dunia secara cepat akan membawa pada suatu konstelasi keamanan global semain belum menampakkan hasil yang mengembirakan tentang perdamaian dunia. Pemiayaan militer global yang tidak terkendali jelas  merupakan ancaman yang gawat terhadap perdamaian dunia. Di samping  pemborosan terhadap ekonomi nasional dan internasional. Betapa mudahnya Amerika Serikat mengeluarkan biaya perang yang bergitu besar beserta sekutunya, sementara dibelahan dunia ketiga banyak rakyat yang miskin dan kekuranga gizi serta membutuhkan modal pembangunan ekonomi mereka. Inilah suiatu permasalahan yang memprihatinkan banyak negara-negara berkembang dengan pendudukan  yang sangat besar.

 

  1. Bidang Ekonomi

 

Pembicaraan ekonomi dunia menunjukkan bahwa tantangan-tantangan lama belum teratasi , sementara permasalahan baru bermunculan. Masalah kemiskinan , keterbelakangan, kemandegkan atau pertumbuhan negatif masih menimpa sebagian besara negara-negara berkembang . Sementara itu, lingkungan global tidak mendukung. Banyak diantara negara berkembang, khususnya negara-negara yang paling terbelakang, keadaan ekonominya telah mencapai titik krisis yang berkepanjangan di Afrika. Di benua ini penderitaan ekonomi sosial dari berjuta-juta rakyatnya memerlukan bantuan secara cepat dan terpadu.

Globalisasi perekonomian internasional yang semakin meningkat serta kemajuan pesat ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah secara drastis pola-pola produksi, perdagangan, dan keuangan. Secara potensial, hal itu dapat membuka peluang yang lebih besar bagi kemajuan bersama. Namun, hal-hal tersebut telah berdampak negatif terhadap negara berkembang. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem perekonomian di Eropa Tengah dan Timur serta kelompok-kelompok ekonomi antara negara-negara maju mungkin mempunyai aspek-aspek positif. Namun, kini disadari bahwa perkembangan ini ternyata mengalihkan pusat perhatian dan dorongan dalam upaya mengatasi kemiskinan dinegara-negara berkembang serta berdampak negatif terhadap prospek perdagangan.

Putaran uruguay mengenai perdagangan dunia masih menghadapi kemacetan. Jika putaran ini selalu menghadapi kegagalan untuk mencapai kesepakatan perdagangan yang seimbang, tentu berakibat semakin meningkatnya proteksionisme.

Krisis utang luar negeri negara-negara berkembang kini bertambah meluas. Keadaan ini diperburuk lagi oleh fruktuasi nilai tukar mata-mata uang utama serta tingkat bunga. Akibatnya, juga kepada negara-negara yang bersungguh-sungguh membayar utangnya belum dapat tertolong dalam penyelesaianya dengan negara-negara maju, sementara arus dana internasional bagi pembangunan makin berkurang dan harga komoditi utama negara-negara berkembang terus menerus mengalami kemerosotan dan kemelut yang berkepanjangan.

Pemecahan persoalan internasional dalam bidang ekonomi pada akhirnya dikembalikan kepada masalah-masalah kemandirian nasional, keserasian antara pemerataan, pertumbuhan, dan stabilitas nasional dari negara masing-masing, khususnya kepada negara miskin dan berkembang. Usaha menggalang negara-negara berkembang atau negara-negara Selatan-Selatan atas dasar kemandirian bersama patut ditingkatkan.

 

  1. Bidang Sosial Budaya

Akibat kemajuan teknologi informasi, hubungan anatara belahan dunia ini semakin dekat dan terbuka. Tidak ada sesuatu yang dapat dirahasiakan dalam hubungan antara manusia dan manusia lain diberbagai dunia, khususnya dengan teknologi internet. Suatu negara dengan negara lain saling mempengaruhi, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, terhadap kehidupan sosial budaya. Pengaruh negara-negara maju lebih memiliki kekuatan karena masih banyaknya kalangan generasi muda dinegara-negara berkembang menerima tanpa selektif terhadap budaya yang datang dari negara maju sehingga secara berangsur-angsur mengaburkan identitas budaya suatu negara.

Tata nilai budaya yang begitu lama dipertahankan dalam budaya negara-negara timur , secara berangsur-angsur telah digantikan dengan budaya Barat. Cara berpakaian , makanan,dan minuman dikalangan tertentu masyarakat timur telah menyerupai cara-cara negara Barat,   termasuk juga kesenian. Gejala masuknya minum-minuman keras dan obat-obat terlarang telah banyak meracuni remaja-remaja di negara-negara berkembang, yang pada gilirannya nanti akan mengkawatirkan sumber daya manusia untuk membangun negara agar sejajar dengan negara maju.

Usaha-usaha dari negara-negara berkembang untuk memelihara dan mengembangkan serta memperkenalkan budayanya keseluruh pelosok dunia sedang digalakkan oleh pemerintah dalam rangka menarik industri pariwisata. Namun, suatu hal yang menjadi pertanyaan, apakah nilai-nilai luhur dari budaya negara itu masih diamalkan oleh masyarakat . Hal ini akan menjadi suatu tantangan dalam melestarikan budaya tersebut apabila masyarakatnya kurang memelihara nilai-nilai luhur budayanya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>